Ads 468x60px

Sabtu, 21 April 2012

Keindahan Danau Tiga Warna Taman Nasional Kelimutu


General
    Taman Nasional Kelimutu(5356,50 ha) ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No.679/Kpts-II/1997 tanggal 10 Oktober 1997 terletak 60 km ke arah timur Laut KotaEnde atau terletak di antara 8048'21" - 8048'24" Lintang Selatan (LS)dan 121044'21" - 121050'15" Bujur Timur (BT).di belahan TenggaraPulau Flores. Secara administratif merupakan bagian dari wilayah Kabupaten EndeProvinsi Nusa Tenggara Timur.   

Terdapat keindahan alamyang luar biasa berupa fenomena alam yang tidak ada kembarannya di Muka Bumiyakni Tiga Danau Kawah yang selalu berubah warna. Keajaiban alam ini dibangunoleh aktivitas geologi gunung Kelimutu (1.690 m dpl) itu sendiri.
Kelimutu memiliki iklim tropis yang relatif stabil dengan curah hujan berkisar antara1.651 s.d. 3.363 mm per tahun dimana musim hujan jatuh pada bulan Desember s.d.Maret dan bulan-bulan terkering terjadi pada bulan Oktober s.d. Nopember. Suhuudara berkisar antara 25,5° - 31° celcius dengan suhu minimum mencapai 11,6°celcius yang terjadi pada bulan Juli - Agustus. Pada musim hujan semua tumbuhanberwarna hijau subur dan pada musim kering terutama pada bulan Oktober danNopember banyak tumbuhan yang meluruhkan daun. Kondisi tanah dan iklim sangatberpengaruh langsung terhadap flora dan fauna yang ada disini.

KEISTIMEWAAN

Selain memiliki keanekaragaman hayati yang cukup bernilai tinggi, juga memiliki keunikan dan nilai astetika yang menarik yaitu dengan  adanya tiga buah danau berwarna dan berada di puncak Gunung Kelimutu. Danau pertama bern ama Tiwu Ata Bupu (danau arwah para orang), danau kedua bernama Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (danau arwah muda-mudi) dan danau ketiga bernama Tiwu Ata Polo (danau arwah para tukang tenung). Danau pertama dan kedua letaknya sangat berdekatan, sedangkan danau ketiga terletak menyendiri sekitar 1 km di bagian Barat. Warna air dari ketiga danau tersebut berbeda satu sama lain dan selalu berubah dari waktu ke waktu.  Tiga Danau kawah berwarna di puncak Gunung Kelimutu ini terbentuk dari aktifitas vulkanik jutaan tahun lalu merupakan fenomena alam yang tidak ada duanya di muka bumi. Menurut legenda ketiga danau tersebut merupakan kampung arwah. Danau Atapolo yang berwarna merah dipercayai sebagai tempat bersemayam arwah orang jahat,  Danau Nua Muri Koo Fai yang berwarna hijau tosca merupakan tempat arwah muda-mudi dan Danau Ata Mbupu yang berwarna hitam merupakan tempat arwah para orang tua atau bijaksana.


PEMBAGIAN ZONASI

Kawasan TamanNasional Kelimutu terbadi dalam empat (4) zonasi (SK Dirjen PKA No.16/Kpts/DJ-V/2001 yang terdiri dari: 
 1.    Zona Inti seluas 350,50ha, vegetasi dominan (Vaccinium varingiaefolium), Cemara Gunung(Casuarinajunghuniana), (Rhododendron renschianum). Satwa dominan burungperkici, babi hutan, ayam hutan.
2.    Zona Rimba seluas4.351,50 ha, vegetasi dominan ampupu (Eucalyptus urophylla), cemara (Casuarinajunghuniana), Ara (Ficus sp). Satwa dominan babi hutan, kera, ayam hutan, burung perkici.
3.    Zona PemanfaatanIntensif seluas 96,50 ha, vegetasi dominan kurusaku, ranga. Satwa dominan ayamhutan , burung perkici.
4.    Zona Rehabilitasi seluas558,50 ha, vegetasi dominan kurusaku, ranga. Satwa dominan ayam hutan, burungperkici.

    Hasil inventarisasi flora pohonoleh BTN Kelimutu dan LIPI (2007-2008) diketahui bahwa terdapat 100 jenis pohon yang terkelompok dalam 41 suku. Suku yang memiliki jenis terbanyak adalah Euphorbiaceaeberjumlah 12 jenis, Moraceae berjumlah 8 jenis, Lauraceaeberjumlah 7 jenis, Fabaceae danMyrtaceae masing-masingberjumlah 6 jenis, Meliaceae danSapindaceae masing-masingberjumlah 5 jenis, Arecaceae berjumlah 4 jenis,Actinidiaceae dan Ulmaceae masing-masing berjumlah 3 jenis,Podocarpaceae,Rutaceae, Myrsinaceae,Melastomataceae, Ericaceae, Rubiaceae, Theaceae, Apocynaceae, Araliaceae dan Elaeocarpaceae masing-masing berjumlah 2jenis dan 21 suku yang lain masing-masing memiliki 1 jenis.

AKSESBILITAS

• Rute 1 

Tiba di Bandara H. Aroeboesman atau Pelabuhan IPPI Ende, wisatawan dapat memperoleh informasi tentang objek-objek wisata Kota Ende dan sekitarnya di Pusat Informasi Wisata Jl. Soekarno No. 4 Ende. Anda dapat melanjutkan perjalanan menuju Kelimutu yang berjarak 53 Km dari Kota Ende dengan mengunakan transportasi umum, mobil/sepeda motor. Menuju Kelimutu dapat di tempuh melalui Labuan Bajo, Ruteng, Bajawa, Mbay, Maukaro, Nggemo, Mukusaki, Wewaria dan Ropa. Dalam perjalanan menuju Kelimutu anda dapat berhenti sejenak di Sumber Air Panas Koka, Detusoko. Tiba di Bandara H. Aroeboesman atau Pelabuhan IPPI Ende, wisatawan dapat memperoleh informasi tentang objek-objek wisata Kota Ende dan sekitarnya di Pusat Informasi Wisata Jl. Soekarno No. 4 Ende. Anda dapat melanjutkan perjalanan menuju Kelimutu yang berjarak 53 Km dari Kota Ende dengan mengunakan transportasi umum, mobil/sepeda motor. Saat anda memasuki kawasan Kelimutu pengunjung diharuskan membeli karcis masuk di Pos Jaga Taman Nasional Kelimutu di Manukako sekaligus dapat memperoleh informasi tentang Kelimutu dan meminta pemandu wisata.

• Rute III 
Dari Maumere dengan melewati pantai utara pulau flores yang terkenal dengan pasir putih dan alam lautnya, Pantai Nggemo, Pantai Ndondo, Aewora, Anabara, Maurole, Mausambi dan Pantai Ropa kemudian menuju Detusoko – Moni lalu Kelimutu. 

• Rute IV 
Dari Maumere ke Wolowaru. Di Wolowaru anda dapat mengunjungi desa-desa tradisional dengan rumah adat, bangunan megalitik, kerajinan tenun, tarian tradisional dan peninggalan purbakala seperti di Mbuli Lo’o, Ranggase, Jopu, Tenda, Wolojita, Wiwipemo, Nuamulu, Ngela dan Lisedetu. 

• Rute V 
Bila anda dari Komodo ingin berwisata ke Kelimutu melewati jalan darat Labuan-Bajo – Ruteng – Bajawa – Ende. 

FLORA DAN FAUNA


Kekayaan flora-fauna spesifik yang ada di salah satu zona wallacea ini diantaranya pohon Ampupu (Eucalyptus delgupta),  E. Urophyla, juga berbagai jenis Ficus dan Cemara gunung (Casuarina junghuhniana) mendominasi lembah-lembah dekat kawah. Pada pelataran sekitar kawah yang merupakan areal terbuka ditumbuhi  Vaccinium,  Rhododendron dan Eidelweis  yang berbunga sepanjang tahun. 
Terdapat burung Garugiwa (Monarcha sacerdotum) yang memiliki suara merdu mengiringi matahari terbit di sekitar danau. Burung yang tergolong endemik Flores ini sekarang sudah sangat langka. Berbagai speciment satwa dan tumbuhan terus dalam penelitian Puslitbang Biologi – LIPI yang sangat dimungkinkan dapat  menemukan spesies-spesies baru. Terdapat 78 jenis pohon dalam kawasan TN Kelimutu yang tersebar pada 4 zona yaitu zona rimba terdapat 55 jenis, zona pemanfaatan intensifterdapat 30 jenis, zona rehabilitasi ada 19 jenis dan zona inti terdapat 7 jenis pohon. Jenis flora yang persebarannya luas pada keempat zona adalah mboa atau dalam bahasa umumnya senduduk/harendong (Melastoma malabathricum). Jenis-jenis flora yang tersebar 42 pada 3 zona yaitu mboa ria  (M. polyanthum), bu (C. junghuhniana), kebu (H. giganteus), teru (M. giganteus) dan gari (S. lucida). Ditemukan 2 jenis tumbuhan sebagai flora endemik kelimutu yaitu uta onga (Begonia kelimutuensis) dan turuwara (Rhododendron renschianum) serta satu ekosistem spesifik kelimutu yaitu Ekosistem Vaccinium dan Rhododendron (EkosVR). Dua jenis flora yang diwaspadai status
kelangkaannya yaitu jita/pulai (Alstonia scholaris) dan upe/ketimun (Timonius timon)  .
Terdapat 49 jenis burung yang tersebar dalam kawasan TN Kelimutu yang terdiri dari 10 jenis terdapat pada zona inti, 5 jenis pada zona rimba dan 33 jenis pada zona pemanfaatan intensif. Dari 49 jenis burung tersebut 5 jenis diantaranya adalah endemik. 
Kemungkinan terdapat 2 jenis burung garugiwa (Monarcha sp) yang perlu diamati lebih lanjut. Terdapat 14 jenis mamalia terdiri dari 4 jenis kelelawar, 3 jenis tikus, 1 jenis cucurut, 1 jenis kera, 1 jenis musang, 2 jenis babi huttan, 1 jenis landak dan 1 jenis tikus besar. 

Dalam Kawasan TN Kelimutu ditemukan 3 jenis mamalia yang endemik Flores adalah tikus lawo  ( Rattus hainaldi), deke (Papagomys armandvillei) dan babi hutan
flores/wawi ndua (  Sus heureni). Ditemukan juga 4 jenis ular, 1 jenis kadal dan 2 jenis molusca.Rhododendron renschianumMonarcha spBegonia kelimutuensisFauna Hasil sementara diperoleh 51 spesimen mamalia, trediri atas 43 ekor (empat jenis) kelelawar (Cynopterus nusatenggara, Cynopterus  sp.,  Macroglossus minimus  dan  Otomops  sp.), enam ekor (tiga jenis) tikus (Rattus sp1, sp2 dan sp3) dan dua ekor cucurut (Suncus  sp.). Jenis kelelawar (niki) dijuarai oleh codot nusatenggara (Cynopterus nusatenggara) dijumpai di zona pemanfaatan, zona rimba dan arboretum.  Macroglossus minimus, Rattus  sp1 dan sp2 hanya dijumpai di zona pemanfaatan sekitar pintu gerbang,  Rattus  sp3 dijumpai di zona rimba dan zona inti, dan cucurut (Suncus  sp.) dijumpai di zona pemanfaatan dan zona inti. Kera atau roa, Macaca fascicularis dijumpai lansung di zona pemanfaatan intensif dan zona rimba, musang (beku), Paradoxurus hermaphrodites  dijumpai tinjanya di zona pemanfaatan, zona rimba, arboretum dan zona inti. Landak (Hystrix javanica), babi hutan (Sus  sp.) dan deke (Papagomys armandvillei) dijumpai jejak dan lubangnya di zona rimba, zona pemanfaatan dan zona inti. Spesimen herpet hanya dijumpai tiga jenis ular, yaitu nipa tembuhuwi (Dendrelaphis formosus), nipa tanah (Psammodynestes pulverulentus) dan nipa lembulowo atau ular hijau ekor merah (Trimeresurus albolabris), serta satu jenis kadal (Mabuia  sp.). lima jenis ular, dua jenis kadal, dan tiga jenis katak. Jenis moluska dijumpai dua jenis (Asperitas  sp. dan Helicarion sp.), sedangkan jenis-jenis serangga seperti kupu-kupu sangat jarang dijumpai di ketinggian 1000 meter dpl sampai puncak.



Local Community

    MasyarakatLio keberadaannya tidak bisa dilepaskan dengan kawasan Kelimutu, ikatan batinkeduanya sudah terjalin saat mereka ada. Masyarakat Lio yang keberadaannyasudah ratusan tahun (bahkan mungkin ribuan tahun) itu, selalu bisa hidup denganharmonis dengan alam di sekitarnya. Berdasarkan analisa geologis daerah ini (disekitar daerah Sokoria), merupakan tempat hunian semenjak masa purba/prasejarah. Namun hal ini perlu adanya kajian arkeologis yang lebih mendalam,untuk membuktikannya apakah terdapat artefak yang mendukung pernyataantersebut. Namun dari istilah lokal masyarakat Lio juga mengenal daerah yangdisebut Lio Nian Gun, yang berarti Lio Dunia Purba, sehingga kemungkinan memangada pemukiman purba, bahwa daerah ini sudah dihuni semenjak dahulu kala.

    Sehinggasangat wajar apabila masyarakat Lio mempunyai kepercayaan atau keyakinan, bahwadi kawasan Kelimutu (di puncak dan di danaunya) merupakan tempat tinggal arwahnenek moyang mereka, tempat tinggal para arwah nantinya. Karena adanyaketerikatan batin dan keterikatan wilayah yang sudah berjalan ratusan tahuntersebut, menyebabkan masyarakat Lio sangat tergantung pada kawasan ini (TamanNasional Kelimutu). Sehingga sangatlah mustahil apabila mereka akan merusakkawasan ini, sebaliknya mereka akan menjaga, merawat, dan mempertahankannyasecara mati-matian, apabila ada yang berani merusak kawasan ini. Jadi tinggalbagaimana pihak Taman Nasioanal Kelimutu merangkul masyarakat Lio, untuk diajakmengelola kawasan ini. Bagaimana memanfaatkan kearifan tradisional mereka,untuk meningkatkan potensi kawasan Taman Nasional Kelimutu agar lebih dikenal,lebih banyak dikunjungi, dan lebih dikenal dunia. Sehingga secara tidaklangsung juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lio, yang berada di sekitarkawasan Taman Nasional Kelimutu. Saat ini masyarakat Lio berada pada masatransisi, masa perubahan, masa peralihan, sehingga bisa dikatakan bahwamasyarakat Lio adalah masyarakat transisional. Kondisi dimana sebuah masyarakatdi satu sisi telah menginjak dunia atau alam modern/kemajuan, namun di sisilain mereka juga belum sepenuhnya meninggalkan alam tradisional, dunia adatmereka. Masyarakat Lio sudah mengenal produk teknologi tinggi seperti handphone, telivisi, sepeda motor,parabola, serta barang-barang elektronik lainnya. Namun mereka juga tetapmelaksanakan tradisi, ritual adat dalam berbagai aspek kehidupannya sepertipenentuan hari baik, ritual yang berkaitan dengan kematian, kelahiran, danlain-lain.Disamping bekerja sebagai penggarap ladang/kebun sebagian dari merekaada juga yang memelihara ternak dengan skala kecil dan masih bersifattradisional. Ternak yang mereka pelihara antara lain sapi, babi, kerbau,kambing dan ayam.Seperti umumnyamasyarakat lain suku Lio dalam pergaulan sehari-hari berbahasa suku Lio. Merekamemiliki adat istiadat yang masih melekat dan ditaati oleh seluruh anggotamasyarakatnya, seperti dalam hal upacara perkawinan, upacara waktu tanam danpanen, membuat/memperbaiki rumah adat (keda) dan lain-lain. Mereka jugamengenal waktu-waktu tertentu yang menurut mereka tidak boleh ada aktivitasatau pekerjaan (Joka Ju) seperti berkebun, berladang dan lain-lain yang apabiladilanggar terkena sanksi adat (Poi).

    Keberadaan kepala desa yang rata-rata jugamerupakan seorang ketua adat (mosalaki), memberikan keuntungan ganda baik bagipemerintah daerah maupun bagi masyarakat Lio sendiri. Karena masyarakat Liomasih taat dengan ketentuan-ketentuan adat, dengan peraturan-peraturan adat,dengan pimpinan adat mereka, maka jabatan rangkap tersebut sangat tepatdilaksanakan. Program-program pemerintah akan banyak mendapatkan dukungan,mendapatkan sambutan yang baik, berhasil dilaksanakan berkat peranan kepaladesa yang juga seorang mosalaki.Sebab masyarakat akan lebih mau mendengarkan perintah-perintah pimpinan adatmereka, dibandingkan dengan pihak luar yang belum mengerti serta mendalami adatmereka. Sehingga pihak TNKL bisa lebih mengintensifkan hubungan dengan parakepala desa yang berada di sekitar kawasan taman nasional, agar masyarakat Liobisa benar-benar ikut menjaga, mengamankan, melestarikan aset nasional yangsangat berharga ini. Karena tidak menutup kemungkinan kawasan Taman NasionalKelimutu, beserta potensi alam serta budayanya akan menjadi milik dunia,menjadi warisan dunia (world heritage), seperti halnya batik, keris, gamelan,angklung, dan Borobudur.Kehidupan beragama masyarakat Lio bisa sejalan dengankehidupan adat mereka. Hal ini terlihat seperti halnya dalam acara keagamaanKatolik yaitu komuni suci pertama/ sambutbaru, kegiatan ini biasanya disejalankan dengan ritual dalam menyambut seoranganak menjelang masa akil baliq (inisiasi). Kegiatan tersebut dilaksanakansecara adat, dengan acara pembunuhan babi yang ditusuk dengan sebatang besiyang membara, agar darah tidak banyak keluar sehingga  rasa dagingnyalebih enak. Padahal kegiatan keagamaan (Katolik) tidak ada acara seperti itu,namun masyarakat masih tetap melaksanakan tradisi mereka/kepercayaan dalammengungkapkan rasa syukur kepada penguasa langit dan bumi (Du'a Ngga'e), seperti dalam ungkapan adat Du'a Ghale, Lulu Wula, Gha'e Ghale dan WanaTana.


OBJEK WISATA YANG MENARIK UNTUK DIKUNJUNGI






Senin, 16 April 2012

Studi Kasus Pembinaan dan Pengembangan Daerah Wisata :Ecotourism dan keseimbangannya dalam penjelasan teknik pemanduan wisata

1.  Bagaimanakah cara mengembangkan daerah wisata saat ini dengan keadaan indonesia yang sekarang ini selalu mengalami bencana alam seperti banjir dan longsor di beberapa daerah?

Seperti halnya kita tahu banjir sudah menjadi bencana alam paling rutin setiap datangnya musim hujan apalagi di Jakarta. Dan masalah ini sebenarnya simple dan sangatlah tidak rumit untuk diatasi tetapi yang menjadi kendala adalah SUMBER DAYA MANUSIA nya yang tidak peduli akan sikap dalam budaya menjaga kebersihan.
Hal paling kecil yang seharusnya tertanam pada diri kita adalah “budaya menjaga kebersihan” dengan bersosialisasi untuk menjada kebersihan serta berbagai kebijakan pemerintah yang memberikan sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan khususnya disungai merupakan upaya untuk menjaga kebersihan sungai dari sampah yang dapat menyumbat atau mengendap sehingga memperlambat jalannya air, air yang tidak tertampung tentu dapat meluber menciptakan banjir datang ke daerah tersebut.
Juga dengan pembangunan sungai alur banjir (Flood Way), pembuatan jalur sungai baru untuk memperlancar perjalanan air dari daratan tinggi menuju daratan rendah bisa jadi solusi untuk mengatasi bencana banjir yang diakibatkan kurang maksimalnya jaringan sungai yang tersedia untuk memungkinkan air hujan berjalan tanpa hambatan.
Dan aksi gerakan tanam satu miliar pohon untuk mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor. Karena tanah longsor terjadi di daerah pegunungan gundul atau daerah yang minim pohon dimana air hujan tidak dapat meresap dengan baik ke dalam akar pohon karena pohonnya sudah tidak ada lagi. Kita dapat bermula dengan program reboisasi untuk mengembalikan daerah tersebut menjadi aerah yang subur dan rimbun dengan gerakan tanam satu miliar pohon. Juga dalam kesadaran untuk tidak menebang pohon secara sembarangan. Dan pemerintah harus memberikan sanksi tegas pada pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi dengan menanam pohon. Juga dengan menggunakan sistem sawah sengkedan atau terasering seperti halnya di Bali.
Semuanya ini akan terlaksana jika SUMBER DAYA MANUSIAnya mempunyai kesadaran dan kepedulian minimal terhadap lingkungan dan pariwisata :)

2. Apa tujuan dari perluasan daerah tujuan wisata?

Untuk menjawab pertanyaan, diperlukan kajian langsung mengenai daerah tujuan wisata yang dimaksud yaitu “curug seribu dan Pemandian Sumber Air Panas Gn. Salak Endah”. Tujuan utama dari perluasan daerah tujuan wisata Taman Nasional ini adalah “untuk mengenalkan kepada dunia bahwa daerah tujuan wisata “curug seribu dan Pemandian Sumber Air Panas Gn. Salak Endah” mempunyai potensi yang sangat besar untuk menjadi sautu objek promosi dan membuat dunia tertarik untuk berwisata ke tempat ini demi pengharapan industri pariwisata mampu mendorong akselerasi perekonomian kawasan Taman Nasional ini.”
Seperti halnya perluasan daerah tujuan wisata Wakatobi, Sulawesi, sektor pariwisata merupakan penyumbang pendapatan asli daerah Wakatobi. Untuk itu, pengembangan tujuan pariwisata alam, selain wisata bahari sangat penting.Perluasan daerah tujuan wisata yakni permandian Kontamale. Jika kedua tujuan wisata tersebut dikelola secara baik akan mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat, serta para wisatawan alam yang berkunjung ke Wakatobi.
Sama halnya seperti contoh kasus diatas, perluasan daerah tujuan wisata pada kawasan wisata Gunung Salak Endah. Perluasan ini terjadi karena adanya suatu gerakan ingin memajukan potensi pariwisata Jawa Barat dalam rangka meningkatkan pula tingkat kunjungan wisatawan. Jadi daerah tujuan wisata Puncak diperluas daerah tujuan wisata dengan mengenali air terjun atau curug, kawasan konservasi, kawah ratu dibawah pengawasan taman nasional gung halimun salak. Dengan begitu hal ini bertujuan dalam rangka membangun industri pariwisata di Jawa Barat untuk mendorong akselerasi perekonomian kawasan taman nasional tersebut.

3.Taman Nasional Gunung Salak adalah salah satu suaka di Indonesia, sama seperti Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Cibodas Jawa Barat, tetapi kebanyakan orang lebih memilih Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Cibodas ?

4. Apakah Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Cibodas mempunyai kelebihan dariTaman Nasional Gunung Salak?

Untuk menjawab soal nomor tiga dan empat (hampir berkaitan). Menurut referensi yang saya ambil dari mengapa wisatawan lebih minat memilih Gunung Gede Pangrango dari Gunung Salak dan kelebihan apakah yang dimiliki oleh Gunung Gede Pangrango. Pertama, saya ingin membahas masalah pemasaran pariwisata, dari segi pemasaran online dalam “website”, Gunung Gede Pangrango mempunyai website khusus pribadi dan memberi banyak informasi update tentang kegiatan apa saja yang dilakukan di TNGP bisa check di http://www.gedepangrango.org/. Sementara kalau Gunung Salak, tidak mempunyai website khusus pribadi tetapi mencakup jangkauan puncak dan Kota Bogor saja bisa di check http://www.puncakview.com/gunung_salakendah.htm. Kedua dari segi kualitas “bintang”, Gunung Gede Pangrango memiliki kualitas bintang 4 dibawah bintang 5 Gunung Rinjani. Sedangkan Gungung Salak masih dalam kualitas bintang 3. Ketiga, berbicara tentang “kepuasan”, Gunung Salak menawarkan objek wisata yang cukup menarik untuk dinikmati di kawasan ini adalah banyaknya curug atau air terjun. Satu mata air yang terbelah menjadi beberapa cabang yakni Curug Seribu, Curug Ngumpet, Curug Cigamea. Terdapat juga kawah ratu atau wisata hutan dan menikmati flying fox dan kawasan konservasi Gunung Salak Endah. Sedangkan TNGGP, salah satu keistimewaan yang dimiliki Taman Nasional Gunung Gede Pangrango adalah masih tersimpannya kekayaan dan keunikan keanekaragaman hayati, khususnya satwa-satwa dilindung, endemik dan diambang kepunahan. Salah satu satwanya adalah Owa jawa. Di dalam kawasan hutan TNGGP, dapat ditemukan “si pohon raksasa” Rasamala, “si pemburu serangga” atau kantong semar (Nephentes spp); berjenis-jenis anggrek hutan, dan bahkan ada beberapa jenis tumbuhan yang belum dikenal namanya secara ilmiah, seperti jamur yang bercahaya. Disamping keunikan tumbuhannya, kawasan TNGGP juga merupakan habitat dari berbagai jenis satwa liar, seperti kepik raksasa, sejenis kumbang, lebih dari 100 jenis mamalia seperti Kijang, Pelanduk, Anjing hutan, Macan tutul, Sigung, dll, serta 250 jenis burung. Kawasan ini juga merupakan habitat Owa Jawa, Surili dan Lutung dan Elang Jawa yang populasinya hampir mendekati punah. 
Kesimpulannya mengapa wisatawan lebih memilih Gunung Gede Pangrango sebagai tujuan wisata mereka, karena dari kutipan mengenai perbandingan antara TNGGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) dengan Taman Nasional Gunung Salak Endah (TNGS), terdapat kesimpulan bahwa TNGGP lebih istimewa dan mempunyai unggul yang lebih dalam segi kualitas, kenyamanan, kepuasan, pemasaran dan TNGGP punya itu semua dibandingkan TNGS. Dari segi kelebihan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa pengelolaan TNGGPA lebih optimal dalam pelaksanaan mengembangkan Taman Nasional dibandingkan TNGS yang baru saja merintis. Dan wisatawan pun mencari sesuatu hal yang dapat membuat mereka merasa puas dari segi kenyamanan, kepuasan dan kualitas seperti layaknya TNGGP punya itu semua.

5.      Bagaimana cara mengembangkan daerah Taman Nasional Gunung Salak pada saat kondisi seperti ini yg dimana sering terjadi bencana alam?


Pertanyaan ini hampir sama maknanya dengan pertanyaan nomor 1.Cara pengembangan suatu daerah taman nasional dalam kondisi seringnya terjadi bencana alam. Kembali lagi pada sumber daya manusia itu sendiri dengan bagaimana ia mempunyai kesadaran untuk menjaga lingkungan dengan melestarikan alam. Dengan tidak menebang pohon secara sembarangan, menjaga dan melestarikan ekosistem alam yang ada untuk sustainable torusim, Sustainable tourism bertujuan untuk wisata yang dapat dinikmati untuk generasi selanjutnya pada masa ratusan atau ribuan tahun yang akan datang untuk melihat TNGS ini dapat berkembang semakin baik dalam pelaksanaan pengembangan TNGS.


6.     Bagaimana peran masyarakat dan pemda setempat dalam mengembangkan daerah Taman Nasional Gunung Salak untuk kedepannya?


Untuk mengembangkan suatu taman nasional kembali pada pengelola taman nasional tersebut. Dan pengelola tersebut adalah sumber daya manusia, sumber daya manusia yang harus dioptimalkan dalam pelaksanaan pengembangan TNGS ini karena SUMBER DAYA MANUSIA mempunyai peran yang sangat penting.Dan juga dari para stakeholder yang mempunyai tugas dan kewajiban masing-masing seperti pemerintah yang mengatasi masalah kebijakan dan peraturan hukum dalam pelaksanaan pengelolaan TNGS ini, keamananan serta infrasturkuktur harus diperhatikan juga oleh pemerintah. Sektor wisata pun yang berperan dalam kualitas dan kenyamanan fasilitas dan akomodasi, informasi dan pemasaran, kualitas pelayanan, produk wisata dan lainnya. Penduduk lokal yang berperan penting dalam subjek dan objek ecotourism, kesejahteraan, kerangka berpikir penduduk lokal digunakan untuk saran kebijakan. Lembaga masyarakat berperan dalam memfasilitasi stakeholder yang terancam, ketidak adilan dan dampak kerusakan lingkungan agar diperbaiki. Serta kualitas lingkungannya yang berpengaruh dalam social welfare (ekonomi, sosial dan lingkungan).

Jumat, 13 April 2012

Green My Hometown, Go Green Jakarta Utara

Jakarta Utara memiliki ruang terbuka hijau yang mempunyai peranan dan manfaat yang sangat penting bagi kehidupan manusia di perkotaan. Ruang terbuka hijau di Jakarta Utara diantaranya adalah kawasan hutan dan hutan kota.
Kawasan hutan di Jakarta Utara yang ditetapkan dengan SK Menteri Kehutanan:-      Hutan Lindung Angke Kapuk       : 44,76 ha
-      Hutan Wisata Angke Kapuk       : 99.82 ha
-      Cagar Alam                               : 25,02 ha
-      Hutan                                       : 327,72 ha
Hutan Kota di Jakarta Utara sesuai dengan SK Gubernur  :-      Hutan Kota Waduk Sunter Utara         : 8,20 ha
-      Hutan Kota Kemayoran                        : 4,60 ha
-      Hutan Kota Kawasan Berikat               : 1,59 ha
       Nusantara (KBN) Marunda-      Hutan Kota PT. Jakarta Propertindo    : 2,49 ha
       (Banjir Kanal Barat)
KAWASAN HUTAN

I. HUTAN LINDUNG ANGKE KAPUK
Hutan Lindung Angke Kapuk adalah satu kawasan konservasi formal yang dimiliki oleh DKI Jakarta di wilayah daratan. Kawasan hutan lindung tersebut terbentang mulai dari Hutan Wisata Kamal sampai dengan batas Cagar Alam Muara Angke. Secara geografis terbentang mulai dari batas Taman Wisata Alam Kamal ke arah Timur hingga Suaka Margasatwa Muara Angke. Kawasan ini berbatasan dengan pemukiman pantai Indah Kapuk dengan batas sebelah selatan Jalan Tol Sedyatmo dan Jalan Kapuk Muara.
Hutan Lindung Angke Kapuk berfungsi sebagai :-      Kawasan untuk pengawetan ekosistem pantai dan bakau.
-      Pelindung daratan teluk Jakarta dari abrasi dan intrusi air laut.
-      Habitat beberapa satwa liar
-      Tempat tujuan pendidikan
 -      Aksesbilitas
Untuk mencapai kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk biasa melalui jalan darat yaitu dari perumahan Pantai Indah Kapuk ke arah utara pantai 800m dari rumah sakit PIK. Dengan menggunakan kapal atau boat dapat ditempuh dari Pantai Marina Ancol 10 menit ke arah Barat sampai Dermaga Cengkareng Drain atau dari Suaka Margasatwa melalui kai angke sambil menikmati panorama hutan Suaka Margasatwa dan pemukiman nelayan sepanjang kali Angke.
Tempatnya nyaris tak terlihat dari luar, terhalang oleh perumahan elit Kapuk. Untung saja ada ojeg sepeda yang membawa saya ke lokasi ini. Pintu masuknya pun harus melewati jalan tanah lebih dahulu. Untuk menyisir area ini telah dibuat semacam jembatan permanen dengan lebar kurang lebih 1.2 meter. Vegetasi didominasi oleh tanaman bakau. Di ujung hutan lindung yang merupakan pantai, banyak terlihat sampah plastik dan bau tak sedap. Beberapa vegetasi sengaja dibudidayakan.

-      Habitat dan komponen hayati
Jenis pohon dominan adalah api-api (Avicennia marina) yang merupakan jenis asli yang tumbuh alami.  Jenis yang lain yaitu buta-buta (Excoecaria agallocha), waru laut (thespesea populnea), bakau-bakau (Rhizpora muchronota), ketapang (terminalia catappa), pidada (sonneratia alba) dan lainnya. Bakau-bakau merupakan tanaman yang paling berkembang pesat dan bersifat eksotis.
-      Satwa Liar
Satwa liar yang ditemukan di hutan lindung adalah jenis mamalia dan aves. Selain jenis monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) ditemukan jenis yang dilindungi Undang-Undang antara lain : Raja Udang, pecuk ular asia, kuntul kecil, ibis rokoroko dan darat laut kumis.
II.         HUTAN WISATA ALAM ANGKE KAPUK
Hutan wisata adalah kawasan pelestarian alam di darat maupun di laut, yang terutama dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi. Hutan ini juga merupakan kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk kegiatan wisata alam dan pusat pengembangan ekotourism. Sebagian besar habitatnya merupakan tipe lahan basah dengan vegetasi utama mangrove.
Kawsan hutan ini terletak di Kelurahan Kamal Muara Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Dengan tujuan, untuk mengembangkan Taman Wisata Alam Angke Kapuk sebagai sarana pariwisata alam sekaligus mempertahankan kelestarian fungsi mangrove sebagai penunjang sistem penyangga kehidupan.
-      Aksesbilitas
Menggunakan kendaraan pribadi kita dapat menempuh dari kantor Keluarahan Kamal Muara selama 20 menit. Sedangkan dari tol dalam kota menuju ke arah Tol Bandara Soekarno Hatta, kemudian keluar arah Kamal Muara Cengareng dapat ditempuh selama 30 menit.
-      Habitat dan komponen hayati
Jenis-jenis fauna yang menghuni kawasan TWA Angke Kapuk, umumnya adalah jenis-jenis burung merandai dan hampir seluruhnya merupakan satwa yang dilindungi. Beberapa jenis diantaranya adalah Pecuk ular , (Anhinga melanogaster), Kowak maling (NyctIcoraxnycticorax),Kuntul putih (Egretta sp.), Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis,), Cangak abu (Ardea cinerea ), Blekok(Ardeola sp.), Belibis (Anos grobcaritrous) , Cekakak ( Aleyou chloris). Selain itu terdapat pula beberapa jenis reptil. Fauna khas yang hanya dapat ditemukan di hutan mangrove antara adalah ikan Gelodok/Gelosoh (Glossogobius giuris) dan Udang bakau (Glossogobius giuris).
Semntara itu, jenis flora yang terdapat dalam kawasan hutan wisata/TWA Angke Kapuk terdiri dari jenis-jenis mangrove dan jenis hutan pantai/rawa. Beberapa jenis mangrove yang mendominasi kawasan TWA Angke Kapuk antara lain : Bidara (Sonneratia caseolaris),warakas(Acrosticum areum),Api-api (Avicennia marina),Cantinggi (Ceriops sp.), Buta-buta (Exocecaris agallocha), Bakau (Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa).
Sedangkan jenis flora pantai/rawa yang terdapat di TWA Angke Kapuk diantaranya adalah Waru Laut (Hibiscus tilliaceus), Bluntas (Pluchea indica), Mendongan (Scripus litoralis),Kedondong laut (Polysia frutucosa), Dadap (Erythrina variagate), Ki Hujan (Samanea saman),Flamboyan (Delonix regia), Ki Tower (Derisheterophyla), dan Duri Busyetan (Mimosa sp.)

HUTAN KOTA
I.            Hutan Kota waduk sunter utara
Hutan ini terletak di pemukiman komplek perumahan Sunter yang dikelola oleh Badan Pengelola Sunter. Hutan ini sebagai ruang terbuka hijau penyangga pemukiman. Hutan ini termasuk dalam kawasan Kelurahan Papanggo Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan mempunyai luas berdasarkan penetapannya 8,20 ha.
-      Aksesbilitas
Untuk mencapai hutan kota ini dapat ditempuh melalui jalan tol Ir. Wiyoto Wiyono menuju ke arah perumahan Sunter melalui jalan raya menuju ke PRJ. Selain itu bisa juga ditempuh melalui Ancol menuju Kemayoranlalu ke arah waduk sunter.
-      Habitat dan komponen hayati
Dalam rencana pengembangan kawasan ini akan diupayakan berbagai jenis, namun hingga kini baru terbudaya tanaman mahoni, ketapang, trembesi, angsana, flamboyan, bungur, kirai payung, glodongan, tanjung, bambu apus, kelapa, kaya, melina dan lainnya. Nilai kerapatan pohon pada lokasi ini berbeda-beda rata-rata 1500-2455 Ind/Ha.
-      Satwa liar
Satwa liar yang sering dijumpai adalah jenis burung seperti empirit, prenjak, bondol, kutilang. Sedangkan jenis satwa lain adalah kadal, tikus, kupu kuning, belalang, kalajengking dan jenis lainnya.
-      Fungsi dan manfaat
Hutan kota ini berfungsi sebagai kawasan penyangga lingkungan pemikiman, pengendalian intrusi air laut, sangtuari satwa, koleksi pelestarian plasma nuftah dan wahana rekreasi.
II.         HUTAN KOTA KEMAYORAN
Hutan Kota Eks Bandara Kemayoran yang merupakan bagian ruang hijau lingkungan komplek Pekan Raya Jakarta. Berdasarkan administratif pemerintahan termasuk dalam kelurahan Pademangan Timur, Jakarta Utara. Lahan Hutan Kota itu bermetamorfosis dari tempat sampah menjadi hutan kota yang hijau. ”Peradaban” pun perlahan bersemi di sana.
Berbagai kendaraan melata di Jalan H Benyamin Sueb yang dulunya landas pacu Bandar Udara Kemayoran, Jakarta Pusat. Para pengendara bertubi-tubi membunyikan klakson yang memekakkan telinga, mungkin karena kesal atas kemacetan lalu lintas.
Namun, keruwetan dan kebisingan itu langsung luruh ketika kami memasuki Hutan Kota Kemayoran yang terletak tak jauh dari jalan tersebut. Hutan penuh pepohonan yang tumbuh subur di tepian danau. Sekawanan burung belibis bergantian meluncur dari ujung-ujung dahan pohon lantas menyelam ke dalam air telaga sambil menangkap ikan-ikan kecil.
-      Aksesbilitas
Untuk mencapai Hutan Kota ini dapat ditempuh melalui jalan Tol Cawang-Tanjung Priok, jalan cempaka putih dan atau melalui jalan gunung sahari.
Kawasan hutan kota Kemayoran pada hakekatnya sangat dipengaruhi oleh intrusi air laut, terutama pada musim kemarau. Dalam hutan itu tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan jenis-jenis spesifik, yang merupakan koleksi dari berbagai jenis tumbuhan yang dinilai dapat berfungsi sebagai penyangga kehidupan, khususnya dalam upaya mengendalikan lingkungan fisik kritis di wilayah perkotaan dan penyangga fungsi tata air tanah (hidroologis), yang antara lain meliputi Flamboyan (delonix regia), Trembesi (samanea saman) dan beberapa jenis
lainnya
Satwa liar yang sering dijumpai adalah jenis burung, seperti Emprit (lonchura sp), Prenjak (priniasp), Bondol (lanchura sp), dan Kutilang (Pycnonotus surigaster). Sedangkan jenis-jenis satwa yang ada antara lain, Kadal (mabuia sp), Tikus (raffus sp), dan beberapa jenis seranggameliputi Kupu kuning, Belalang, Kalajengking dan beberapa jenis lainnya.
Kawasan hutan ini selain berfungsi untuk tujuan konservasi lingkungan sehingga
yangdikembangkan tidak hanya keindahan tetapi juga berfungsi untuk mengontrollingkungan,menciptakan iklim mikro yang nyaman bagi manusia dengan mempengaruhi radiasi matahari,
temperatur udara, pergerakan angin dll.
Fasilitas yang terdapat di hutan kota kemayoran adalah sebagai berikut :
 Pintu air yang melancarkan perputaran air.
 Gerbang hutan kota dan pagar yang berfungsi sebagai pengaman.
 Beberapa jembatan yang menghubungkan lokasi-lokasi di dalam hutan kota.
 Menara pengamat yang berada di tengah berfungsi sebagai pengamanan.


Comparison tourist attraction in Indonesia and the world

Here are tourist attractions that I try to compare with some tourist attraction in the world:
Raja Ampat Papua and Phi Phi Island, Thailand
Raja Ampat Archipelago is an archipelago that located in the west
ern province of Papua New Guineain. View of Raja Ampat Papua  similar to the Phi Phi Island in Thailand even more beautiful than Phi Phi Island that Phi Phi Island become location of The Beach movie, starring by Leonardo Di Caprio. Raja Ampat in Papua, we can see the islands are hilly green with fresh sea water.
Moramo Waterfall and  Niagara Waterfall
Moramo is beautiful waterfall seventh strativied that located in the Konawe East district, Southeast Sulawesi. Eventhough this waterfall is not as big as Niagara, but its beauty is not less than by Niagara Waterfall that located on the border of the United States and Canada. With waterfall Moramo smaller than Niagara, we can enjoy waterfalls Moramo closer and could bath in the waterfall while it can not be done in Niagara that the water is very swift.
Green Canyon Ciamis and Grand Canyon Amerika Serikat
Green Canyon or Cukang Taneuh  located in the Cijulang Ciamis village, West Java, close to Pangandaran. In Green Canyon we could see the river by green tosca water that pinched  by stone and leafiness of trees. In that place you will also see the river that penetrate the caves with beautiful stalactites and its stalagmite. Cijulang Natural rivers are considered similar with exotic ravines  in the Grand Canyon Colorado, UnitedStates, that make this area known as the "Green Canyon".  Although  Green Canyon is not as big as Grand Canyon United States, Green Canyon Cijulang is more 
green than the Grand Canyon in the United States that is dry and brown.
Carstensz Pyramid and Mount Everest
Carstensz Pyramid and Everest Mountain is part of Seven Summit in the seven continent of the world. Carstensz Pyramid is located in the province of Papua. If Everest Mountain is the highest summit in the world, Carstensz Pyramid is the highest summit in Indonesia. Both of summits are equally shrouded by eternal snow. The top of  Everest Mount is located in a Country Nepal by 8.850 high meters while the Carstensz Pyramyd, Snow Summit in Tropical Indonesia has a 4884 high  meters.
Taman Nasional Baluran and padang savannah Afrika
Baluran National Park is located in Situbondo district, East Java. Baluran National Park is often called as African of Java. Here you can see a miniature  of African Savanna with sprawling savanna and a lot of wildlife that roam like in Africa. You can see a group of deer and wild cattle among the grass. Here there are also monkeys and various bird species. A similar view of Baluran Mount with Kilimanjaro along a stretch of savanna and dry golden grass that adds to the impression that this area is really like Africa.
Taman Nasional Wasur and alam Australia
Wasur national park located in Merauke, Papua. Wasur national park has   habitat and wildlife similar with Australia, namely savannah forest with various kinds of kangaroos. In this National Park, there are different types of fauna and flora including there are Cassowary Bird, bird of Paradise, and the Kangaroos that has smaller size than kangaroos Australia. In National Park also has similar type of swamp in northern Australia.
Gumug Pasir Parangkusumo and gurun Sahara


Gumug Pasir Parangkusumo located in Yogyakarta. Gumuk Pasir are mounds that containg  sand material along Parangtritis-Parangkusumo Beach to reach estuary of Opak River . This is an unique phenomenon because only the one in Southeast Asia we can see the desert like in the Sahara desert. Although this mound of sand is not as large as Sahara desert, but this make us as if we were in the Sahara Desert. Sometimes Gumug Parangkusumo are also known as the Sahara in Java.
Hutan Kalimantan and hutan Amazon
Forest in Kalimantan there is in Kalimantan Island. Kalimantan forest has a tropical rain forest with some of the flora and fauna that are similar to the Amazon jungle. Examples are Pesut, anaconda snake, and some animals are endangered species that are only exist in Kalimantan and the Amazon. 
Wildlife and forests in the Amazon forest is not too different from Kalimantan Forest. Damp,muddy, swampy, and there are several small lakes that are rich by the life of a typical wet land. In Kalimantan, also found the same kinds of  plant with endemic plants in the Amazon. The rivers in Kalimantan, which is similar to the Amazon River increase resemblance between Kalimantan and the Amazon forest.
Pantai Kuta Bali and Pantai Waikiki Hawaii
Bali kept so many  exotic natural charm. So many beautiful  beaches that equalized with beautiful beaches in the Hawaii Island. Examples are Kuta beach that are almost similar to the Waikiki, the most important the beach is crowded especially with white sand and palm trees that grow on the beach. Kuta beach is a tourist attraction that located in Badung District , South of Denpasar, Bali. Kuta beach are often referred to as Sunset Beach or the beach sunset as opposed to Sanur beach.
Taman Sakura Cibodas and Sakura Jepang

You don’t need to go to Japan so far but obviously  to enjoy the beauty of Sakura at the Botanic GardenCibodas, we can see that Sakura trees have been planted since 1953 that will bloom in about the month January to February or from February to March. At the Botanic Garden Cibodas has been planted hundreds of trees  Sakura with 7 types of plants that Prunus cerasoides , Prunus yedoensis,  Prunus yamasakura , Prunus lannesiana, Prunus sp., Prunus arborea, and Prunus costata. Now we can enjoy the 'hanami' (the tradition to see the flower) without having to go to Japan to see the Sakura bloom in Cibodas.
Ranu Kumbolo and hutan pinus Eropa
Ranu Kumbolo located in East Java, a lake in the Semeru mountain with an altitude of 2500 meters above surface of sea. Not far from  Kumbolo Ranu there are meadows that  surrounded by hills and mountains with beautiful views, wide prairies with pine-covered slopes as in Europe. When the temperature is below 0 ° C, sometimes happened the little snow. If the temperature is very cold at the lake side of danau ranukumbolo could freezed, and also the grass looked whiten like snow  because dew that frozen on the grass which makes the atmosphere like in Europe. Note the photo of  Ranu Kumbolo glance similar to the photo Lake Seefeld, Austria in Europe.
Way kambas and Hutan India
Way Kambas Sumatra has a similar wildlife  with wildlife   in India forest  such as elephants, tigers, rhinos and some other animals. Way Kambas National Park  is located in Lampung province. Way Kambas consists of freshwater swamp forests, grasslands/bush, and coastal forests in Sumatra. On the Way Kambas there is elephant ride tour there so we could feel the sensation like the kings of India who all egedly traveled with elephant ride.
There are many tourist attractions in Indonesia that are not listed here. Indonesia should be proud of the nation's natural resources in Indonesia. All are available in Indonesia.

Recent Posts